![]() |
| Srikaya Jumbo |
Srikaya jumbo ini adalah salah satu tanaman buah favorit para penghobi tanaman buah, yang 7 tahun terakhir menjadi primadona baru. Tanaman ini diintroduksi dari negara tetangga Australia, meski sebagian tanaman ini justru berasal dari perbanyakan pohon induk asal Thailand. Bentuk buahnya nyaris sama dengan srikaya lokal, namun yang menakjubkan adalah ukuran buahnya yang super besar. Pengalaman kami, buah terbesar yang pernah dipanen, mempunyai bobot hampir mendekati 1500 gram. Selain ukuran buahnya yang tidak lazim, tekstur daging yang sangat lembut, disertai rasa manis yang menggoda, membuat buah ini menjadi buah unggulan yang sangat layak tanam, baik tanaman yang ditanam dalam pot (tabulampot), maupun untuk ditanam di lahan dan dikebunkan dalam skala komersil. Yang sangat menarik dari srikaya ini adalah jumlah bijinya yang sedikit untuk buah yang berukuran jumbo sehingga sangat menyenangkan dan tidak merepotkan saat buah ini dikupas dan dimakan.
Sebagian penghobi memberi nama srikaya ini dengan istilah NV, singkatan dari "New Variety" dan sebagian lagi memberi julukan dengan istilah "Grand Annona", bukan sebagai nama ilmiah sesuai dengan kaidah ilmu taksonomi tumbuhan, namun lebih karena buah ini tergolong baru masuk ke Indonesia dan juga karena keunggulannya dibanding dengan srikaya lokal, khususnya dari sisi ukuran buah, rasa buah, kualitas daging buah, dan jumlah biji dalam satu buah.
Meski relatif gampang berbuah, kunci utama dalam membuahkan tanaman srikaya jumbo adalah kombinasi antara perlakuan budidaya : pemangkasan, pemupukan, dan pengairan. Pemangkasan adalah kunci utama karena dominasi apikal tunas ujung semua jenis tanaman srikaya sangat kuat. Saya banyak menemukan tanaman srikaya jumbo dibiarkan tumbuh dengan subur tanpa disertai dengan pemangkasan yang memadai, akibatnya tunas ujung akan tumbuh terus, memanjang ke arah atas, sementara tunas cabang dan ranting di bagian bawah pun akan tumbuh memanjang ke arah samping. Oleh karena itu, pemangkasan teratur akan sangat membantu untuk merangsang keluarnya bunga yang muncul dan tumbuh di ketiak daun.
Beberapa penghobi bahkan memangkas habis daun di ranting dan cabang yang potensial mengeluarkan bunga agar jumlah bunga yang muncul dan tumbuh semakin banyak. Semakin jarang tanaman ini dipangkas, semakin sedikit potensi bunga yang keluar, dan pada akhirnya penanam hanya akan memperoleh tanaman srikaya yang tumbuh sangat bagus dan subur tanpa disertai kemampuan tanaman untuk mengeluarkan bunga, bahkan banyak tanaman srikaya yang tumbuh tanpa bunga apalagi buah sama sekali. Jangan pernah ragu untuk memangkas srikaya jumbo secara teratur karena semakin jarang tanaman ini dipangkas, maka semakin sedikit kemungkinannya untuk berbunga dan berbuah dengan baik.
Kedua, tidak semua penanam memberikan pupuk secara rutin ke tanaman srikaya yang terlihat mampu tumbuh subur tanpa pemberian pupuk sama sekali. Pupuk dengan kandungan hara fosfat (P) dan kalium/potassium (K) yang diberikan secara berkala dalam jumlah yang cukup, akan sangat membantu tanaman, selain tumbuh dengan baik serta mampu berbunga dan berbuah dengan baik pula. Pemberian pupuk nitrogen pasca pembuahan tanaman akan melengkapi tanaman ini agar mampu menyelesaikan semua siklus pertumbuhannya, baik pertumbuhan vegetatif maupun siklus pertumbuhan generatif untuk berbunga dan berbuah secara normal dan teratur. Pemberikan pupuk majemuk NPK secara teratur dalam jumlah cukup adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan, karena pupuk jenis ini telah mengandung semua unsur hara makro esensial serta dilengkapi dengan sebagian unsur hara mikro. Penambahan pupuk mikro yang disemprotkan ke daun (foliar application) maupun disiramkan ke akar dalam bentuk larutan, juga akan sangat membantu memberikan nutrisi lengkap bagi tanaman.
Terakhir, pengaturan kelembaban media tanam adalah kunci berikutnya setelah pemangkasan dan pemupukan tanaman. Bakal bunga srikaya akan terbentuk, tumbuh, dan berkembang sempurna jika suplai air di sekitar perakaran cukup. Jika kandungan air di sekitar perakaran terbatas, bunga akan tumbuh kerdil dan akhirnya kering dan gugur sebelum bunga berkembang dengan sempurna. Sementara dengan suplai air yang cukup di sekitar akar akan membuat bunga tumbuh dengan sempurna, mampu mekar dan melakukan persarian (dengan bantuan tenaga angin, serangga, atau bantuan manusia) yang sempurna. Pasokan hara dalam bentuk pupuk yang cukup sebagai mana disebutkan di atas, akan membuat bakal buah tumbuh dengan baik pasca persarian dan akhirnya berkembang menjadi buah sempurna dengan ukuran dan rasa yang baik pula.
Sumber : http://leira-fruit.blogspot.co.id/
Buah srikaya
Buah srikaya (Annona squamosa) berbentuk bola dengan tekstur kulit berbenjol-benjol kasar, daging buah bercitarasa manis masam dan dingin. Disamping dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, buah srikaya dapat juga dijadikan buah olahan seperti selai dan sirup. Selain itu buah srikaya juga berkasiat sebagai obat, antara lain untuk mengatasi demam, diare, dan menurunkan kadar asam urat. Buah srikaya yang masih hijau merupakan obat anti cacing dan sebagai insektisida yang efektif.
Akan tetapi hingga saat ini masyarakat Indonesia belum terbiasa mengkonsumsi srikaya karena buah ini agak sulit dikonsumsi. Selain karena srikaya lokal ukuran buahnya kecil-kecil, buah srikaya lokal juga mengandung banyak biji yang cukup sulit untuk dipisahkan dari daging buahnya. Namun masalah ini sekarang telah teratasi semenjak dikenalnya srikaya Jumbo asal Australia yang memiliki banyak keunggulan dibanding srikaya lokal (Anonimous, 2009 b).
Srikaya Jumbo yang sekarang berkembang di Indonesia diintroduksi dari Thailand pada tahun 2000 oleh Prakoso Heryono warga Prumahan Candi Kalasan, Semarang. Pada waktu diintroduksi, srikaya tersebut belum mempunyai nama. Karena ukuran buahnya yang cukup besar kemudian diberi nama srikaya Jumbo. Keunggulan yang dimiliki oleh srikaya jumbo antara lain: ukuran buah lebih besar dibanding srikaya lokal (srikaya lokal mempunyai bobot 100-200 g/buah, sedangkan bobot buah srikaya jumbo bisa mencapai 800 g/buah), daging buah cukup tebal lembut dan tidak berserat, jumlah biji sedikit (7-10 biji/buah) dan mempunyai citarasa yang lebih manis dibanding srikaya lokal. Dengan keunggulan buah seperti itu srikaya jumbo di Semarang bisa laku dengan harga Rp 30.000,-/kg, sementara harga srikaya lokal pada waktu yang sama (2009) hanya laku dengan harga Rp. 3.000,-/kg.
Srikaya jumbo tergolong genjah (mulai berbuah pada umur 2 tahun), sangat produktif bisa berbuah 2-3 kali/tahun dengan jumlah buah sekitar 40 butir/pohon dan sangat adaptif (bisa ditanam mulai dataran rendah hingga dataran tinggi)
Dengan melihat untuk pemenuhan gizi dan beberapa manfaat buah srikaya, maka ini menjadi tantangan sebagai salah satu tanaman buah-buahan potensial untuk dikembangkan di Indonesia
Sumber : http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/


0 comments:
Post a Comment